Senin, 12 Juni 2017

Cara Menginstal PCLinuxOS menggunakan WMware Workstation


Dalam kesempatan kali ini saya akan mencoba menginstal salah satu distro Linux menggunakan VMware Workstation. Perbedaan VMware Workstation dengan VirtualBox, VMWare penggunaanya lebih ringan dibandingkan dengan VirtualBox, selain itu dengan VMWare kita juga dapat menginstall virtual mikrotik di dalamnya.
Untuk distro Linux yang akan saya install yaitu PCLinuxOS. Distro ini merupakan turunan dari Mandrake atau yang sekarang dikenal dengan Mandriva. PCLinuxOS sudah dirilis sejak tahun 2003. PCLinuxOS menjadi distro yang sering digunakan karena salah satu kelebihannya yaitu sebagai Data Recovery (Penyelamat Data). Mengapa? Karena dalam PCLinuxOS dilengkapi dengan tools penyelamat data. Fitur penyelamatan data (Data Recovery Utility) misalnya Photorec, Testdisk dan NTFSundelete. 
Langsung saja untuk cara menginstal PCLinuxOS adalah sebagai berikut :
1. Buka aplikasi WMware Workstation. Pada tampilan awal akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Lalu pilih Create a New Virtual Machine.
2. Setelah itu tampilan selanjutnya akan muncul tampilan dimana Anda harus memilih antara Typical atau Custom. Pilih opsi Custom untuk pengaturan secara manual dari pengguna.

3. Pilih Hardware Virtual Machine yang kompatibel, setelah itu klik Next. Lalu akan muncul option darimana sumber dari PCLinuxOS yang akan diinstal. Karena kita akan mengatur Virtual Machine secara manual, maka pilih I will install the operating system later karena kita akan mengatur Virtual Machine terlebih dahulu sebelum di instal.


4. Pilih Linux sebagai Guest operating system dengan versi Other Linux 3.x kernel 64-bit, lalu klik Next

 5. Untuk nama dari Virtual Machine kita harus menyamakan namanya sesuai yang ada di folder yang ada di lokasi penyimpanan. Lalu klik Next.
 6. Atur jumlah processors dan juga core-nya sesuai dengan keinginan. Lalu klik Next.
7. Atur jumlah memori yang diinginkan. Pilih memori minimal 2 GB, karena distro ini akan bekerja pada memori minimal 2GB. Lalu klik Next.
 8. Agar nantinya PC dapat mengakses internet pilih Use network address translation (NAT). Lalu klik Next.
 9. Lalu untuk opsi I/O Controller Types dan Disk Type ikuti sesuai pilihan opsi di bawah ini.

 10. Setelah itu pilih Disk untuk menginstal. Pilih Create a new virtual disk lalu klik Next. Lalu ikuti petunjuk sesuai gambar di bawah ini.



 11. Setelah muncul tampilan seperti di bawah ini, pilih Use ISO image file lalu inputkan ISO file dari PCLinuxOS.
 12. Apabila terdapat device yang sekiranya tidak diperlukan, maka Remove device tersebut. Setelah itu Close.



 13. Pengaturan secara manual dari Virtual Machine PCLinuxOS selesai, lalu klik Finish.
 14. Setelah itu, untuk menjalankan PCLinuxOS klik pada Power on this virtual machine.
 15. Pilih opsi Install PCLinuxOS lalu Enter. Lalu tunggu prosesnya selesai. Setelah muncul pengaturan bahasa keyboard layout pilih sesuai yang Anda inginkan. Lalu ikuti langkah sesuai dengan gambar di bawah ini.






16. Tunggu hingga proses instalasi selesai. Proses instalasi ini akan membutuhkan waktu yang agak lama.
17. Tampilan PCLinuxOS yang sudah diinstal.




Senin, 15 Mei 2017

STRUKTUR DIRECTORY PADA LINUX

1.      /-root
Ini merupakan direktori utama pada sistem operasi Linux, yang mana Root Directory ini membawahi direktori lainnya seperti /home, /etc, dan lain-lain. Semua file dan direktori secara logic berada di dalam root direktori ini walaupun dari lokasi yang berbeda.
2.      /bin
Direktori /bin berisikan program binner yang harus ada bila sistem yang dipasang dalam mode single-user. Aplikasi firefoc disimpan di direktori /usr/bin, lalu program penting dan utilitas lainnya seperti shell bash terletak di /bin. Perintah-perintah yang harus ada di directory /bin cat, chgrp, chmod, chown, cp, date, dd, df, dmesg, echo, false, hostname, kill, ln, login, ls, mkdir, mknod, more, mount, mv, ps, pwd, rm, rmdir, sed, sh, stty, su, sync, true, unmount, uname.
3.      /boot
Direktori /boot berisikan file-file yang dibutukan oleh sistem untuk melakukan booting. File-file seperti GRUB boot loader dan kernel Linux dan file lain yang diperlukan LILO tersimpan di direktori ini.
4.      /cdrom
Merupakan lokasi sementara untuk CD-ROM yang dimasukan ke dalam sistem. Namun, lokasi standar untuk media sementara berada di dalam direktori /media. Direktori ini sebenarnya bukanlah bagian dari FHS (Filesystem Hierarchy Standard), namun kamu tetap bisa menemukannya di Ubuntu.
5.      /dev
merupakan direktori yang berfungsi untuk menyimpan konfigurasi device atau hardware dari sistem, seperti harddisk (hda, sda), terminal (tty) etc.
6.      /etc
merupakan direktori yang berfungsi untuk menyimpan skrip installation pada /etc/rc.d sub direktori dan file-file konfigurasi dari sistem, misalkan konfigurasi service, penjadwalan etc.
7.      /home
Direktori Home menyimpan semua direktori home user.
Setiap user hanya memiliki hak akses atas direktorinya masing-masing. Untuk bisa menggunakan direktori user lain, kamu harus login dahulu sebagai super user (Root).
8.      /lib
merupakan direktori yang berfungsi untuk menyimpan library dasar dari system termasuk modul driver yang dapat diisi pada sistem boot.
Berisi file-file penting yang dibutuhkan oleh file binari dalam direktori /bin dan /sbin. Sedangkan kumpulan file pnenting yang dibutuhkan oleh binari dalam folder /usr/bin terletak pada /usr/lib.
9.      /lost+found
Fungsinya adalah untuk menempatkan file yang rusak. Semua partition disk memiliki direktori lost+found.
10.  /media
Direktori yang berfungsi untuk mounting removable media seperi drive CD-ROM, floopy disk etc.
11.  /mnt
Direktori untuk mounting file sistem sementara.
12.  /opt
Merupakan direktori yang berfungsi untuk menyimpan aplikasi tambahan diluar aplikasi bawaan dari linux. Data instal / copy untuk aplikasi opsional.
13.  /proc
Merupakan direktori yang berfungsi untuk menyimpan informasi proses sistem dan kernal dari sistem operasi, mencakupi informasi mengenai berbagai aspek sistem Linux.
14.  /run
File yang berisi tentang system yang valid sampai system melakukan boot selanjutnya.
15.  /sbin
Merupakan direktori yang berfungsi untuk menyimpan aplikasi dasar dari linux yang dijalankan oleh super user (root) misalnya mount, shutdown, umount.
16.  /srv
Direktori yang dimaksudkan sebagai tempat data dari sebuah layanan yang diberikan oleh sistem. Misal, jika menggunakan server Apache untuk service web, bisa menyimpan file-file website tersebut di sebuah direktori di dalam /srv.
17.  /tmp
Tempat untuk menyimpan sementara file-file Linux. Biasanya file yang disimpan dalam directory ini akan terhapus setiap kalu me-restart komputer.
18.  /usr
Berisi aplikasi dan file yang digunakan oleh pengguna, sebagai lawan aplikasi dan file yang digunakan oleh sistem. Misalnya, aplikasi non-essensial yang terletak di dalam direktori /usr/bin bukan pada /bin.
19.  /var
Merupakan direktori untuk menyimpan informasi pencatatan log sistem, web server, mailbox dan data-data aplikasi.

Minggu, 09 April 2017

FITUR- FITUR YANG ADA DALAM VIRTUALBOX

Kali ini fitur-fitur yang terdapat dalam VirtualBox menggunakan bahasa Indonesia. Yuk kita simak!

1. Pertama dimulai dari "Berkas". Fitur-fitur yang terdapat dalam menu "Berkas" adalah sebagai berikut :
Preferensi. Setting VirtualBox, secara umum. Ada banyak settingan di Preferensi
Impor Appliance, kebalikan daripada import, mengambil file backup berekstensi OVF / OVA, untuk dijalankan pada VirtualBox.
Expor Appliance, untuk mengimport virtual machine, istilah lainnya, membuat OS virtual, menjadi file berekstensi OVF / OVA.
Manajer Media Virtual: Tempat mengatur media virtual. Berisi semua media (hardisk, cd/dvd dan iso file)
Manager Operasi Jaringan : mengatur operasi jaringan yang aktif
Periksa Pemutakhiran : merefresh
Reset Semua Peringatan : Menghapus semua peringatan yang ada sebelumnya
Keluar : keluar dari VirtualBox.

Dalam fitur "Preferensi" juga terdapat sub fitur yaitu sebagai berikut :
Umum, secara default drive C folder document, merupakan tempat dari virtual machine yang sudah dibuat. Anda bisa ubah settingan ini ke drive dan folder yang diinginkan.
Masukan, input key keyboard, untuk masuk dan keluarnya kursor dari virtual machine.
Pemutakhiran, jika dicentang, akan dilakukan update ke website VirtualBox, secara periodic.
Bahasa, artinya bahasa yang digunakan pada VirtualBox ini.
Tampilan, setting tampilan / display dari virtual machine
Jaringan, tempat mengatur  Ethernet adapter virtual dan sekaligus settingan IP addressnya.
Extensi, penambahan extention pack.
Proksi, jika untuk koneksi ke internet harus menggunakan proxy, gunakan (centang) bagian ini.

2. Menu "Mesin", fitur-fitur yang terdapat dalam menu "Berkas" adalah sebagai berikut :
Baru, membuat virtual machine yang baru, dari awal.
Tambah, menambahkan virtual machine. Jika sudah ada virtual machine, tapi tidak masuk ke VirtualBox.
Pengaturan, setting khusus untuk virtual machine, karena panjang, selanjutnya akan dibahas tersendiri
Klon, clone atau mengcopy virtual machine, sehingga mendapatkan hasil virtual machine, yang sama persis dengan aslinya.
Hapus,  remove / menghilangkan virtual machine. Jika ini dipilih akan ada 3 pilihan, yaitu, apakah hapus semua berkas, hanya hapus, ataukah batal. Jika pilih hapus semua berkas, semua file virtual machine akan hilang. Jika hanya hapus, maka file / folder system virtual machine akan tetap ada. Dengan file / folder ini, virtual machine bisa dikembalikan lagi dengan menggunakan settingan Machine - Add di atas. Dan terakhir batal, artinya untuk membatalkan/tidak jadi menghapus berkas.
Grup, mengelompokkan / membuat group, agar virtual machine lebih gampang diatur.
Mulai, mulai menjalankan virtual machine.
Istirahat, mempause, menghentikan sementara jalannya suatu virtual machine. Jika kembali diklik, virtual machine akan kembali running.
Reset, restart virtual machine.
Tutup, menutup / mematikan virtual machine.
Buang Keadaan TersimpanMerestart / mereboot virtual machine yang berada dalam posisi save state/sama seperti pause
Tampilkan Log, melihat log / history dari virtual machine.
Segarkanuntuk merefresh
Tampilkan di Explorer, melihat virtual machine dalam windows explorer
Buat Pintasan pada Dekstop, membuat shortcut VirtualBox pada desktop.
Urut. Mengurutkan virtual machine.

 3. Menu "Bantuan", terdapat fitur-fitur sebagai berikut :

Fitur-fitur lain selain ketiga Menu di atas yaitu sebagai berikut :
1. Baru, untuk membuat mesin baru/sistem operasi baru
2. Pengaturan, di dalam "Pengaturan" juga terdapat sub fitur seperti berikut :
Umum, digunakan untuk melakukan pengaturan umum
Sistem, digunakan untuk mengatur sistem pada virtual mesin yang telah dibuat 
Tampilan, untuk mengatur memori video, tampilan remot, dan fitur lainnya yang mendukung tampilan 3D serta 2D pada machine yang telah dibuat.
Penyimpanan, menampilkan penyimpanan dari machine yang telah dibuat dan ISO file dari machine yang telah dibuat.
Suara, menampilkan perangkat audio yang dapat digunakan pada virtual mesin.
Jaringandigunakan untuk mengatur Network Adapter yang dipakai oleh machine yang telah dibuat.
Port Serialdigunakan untuk mengatur serial port pada machine yang telah dibuat.
USB, digunakan untuk mengatur USB port pada virtual mesin yang telah dibuat.
Folder Bersama, digunakan untuk membuat sharing folder antara OS utama dengan machine yang telah dibuat.

3. Mulai, untuk memulai menjalankan virtual mesin yang sudah dibuat.
4. Rincian, untuk menampilkan rincian dari virtual mesin
5. Snapshot


Senin, 20 Maret 2017

CARA INSTALL WINDOWS XP DI VIRTUALBOX

1. Pertama buka aplikasi VirtualBox yang sudah terinstall. Klik “Baru” lalu akan muncul window seperti berikut. Isikan “Nama”, “Tipe”, dan “Versi” sesuai sistem operasi yang akan diinstall. Untuk Tipe pilih Microsoft Windows dan Versi pilih Windows XP. Lalu klik Lanjut.

 2.  Mengatur banyaknya RAM dalam MegaByte untuk dialokasikan ke mesin virtual.




3. Kemudian langkah selanjutnya akan ada perintah membuat virtual hardisk untuk menyimpan file komputer virtual. Pilih “Buat hard disk virtual sekarag” untuk membuat hardisk baru, jika sudah memiliki hardisk virtual pilih “Gunakan berkas hard disk virtual yang ada”.

 4.  Pilih format virtual hardisk yang diinginkan. Bisa pilih VDI untuk penggunaan pada umumnya.



5. Pilih virtual disk yang diinginkan

6. Ketikkan nama berkas hard disk virtual baru kek kotak di bawah, lalu pilih ukuran berkas sesuai keinginan yang dapat disimpan oleh mesin virtual pada hard disk



7. Pilih berkas disk optik virtual atau drive optik fisik yang memuat suatu disk tempat asal memulai mesin virtual

8. Lalu akan muncul window seperti berikut, klik Enter untuk memulai proses Install

9. Klik Enter untuk Continue/melanjutkan proses install.



10. Tunggu proses instalasi hingga semua instalasi selesai. Proses instalasi ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama




11. Setelah semua instalasi selesai, tampilan windows akan muncul seperti gambar di bawah ini. Proses instalasi selesai



GAMPANG KAN ? SELAMAT MENCOBA :)